ZigaForm version 7.5.7

Menghitung Harga Tukang Bangunan Borongan Dengan Harian

Menghitung harga tukang bangunan borongan dengan harian. Biaya untuk membangunsebuah rumah merupakan hal yang paling wajib diperhatikan. Dari pengeluaran biaya untuk membanguyn rumah terdapat pengeluaran untuk membayar jasa tukang bangunan.

Menentukan tukang bangunan yang tepat sudah pasti akan membuat bangunan rumah menjadi lebih efisien dan hemat biaya. Karena biaya tukang merupakan salah satu yang mengambil paling besar pada anggaran untuk pembuatan rumah.

Terdapat dua jenis tukang bangunan dalam jasanya, yaitu harian dan borongan. Kedua jenis ini memiliki perbedaan terhadap harganya dan hal-hal lain. Untuk lebih lengkapnya cek perbandingannya di bawah ini

Tukang bangunan harian

Seperti namanya tukang bangunan ini dibayar dengan sistem harian dan biasanya tanpa badan organisasi. Yang dimaksud tanpa badan organisasi ialah tukang ini disewa secara individu tanpa adanya perusahaan.

Tukang bangunan harian dibayar perhari kerja, dan memiliki tarif yang berbeda-beda sesuai dengan keahliannya. Misalnya tukang bangunan mampu mengoperasikan alat berat, tentunya harga jaanya lebih mahal dibanding dengan pekerja yang biasa. 

Untuk menentukan biaya tukang bangunan harian cukup mudah yaitu dengan dikalikan saja jumlah tukang dengan hari kerja. Caranya yaitu Biaya tukang = Upah rata-rata(sesuai daerah masing-masing) x jumlah tukang x hari kerja, perlu di ingat upah rata-rata setiap daerah berbeda-beda.

Tukang bangunan borongan

Berbeda dari tukang harian, tukang borongan tidak dihitung berdasarkan hari mereka bekerja, namun dihitung berdasarkan luas bangunan yang dikerjakan. Sehingga perhitungannya ialah rupiah meter persegi, selain itu dua jenis borongan yakni borongan tenaga dan borongan lengkap.

Untuk borongan tenaga, kontraktor pemborong hanya menyediakan jasa borongan tukang saja tidak dengan materialnya. Sedangkan untuk borongan lengkap, kontraktor pemborong menyediakan juga bahan material pembangunan.

Untuk cara menghitungnya ilustrasinya sebagai berikut biaya tukang borongan = harga jasa tukang keseluruhan x luas bangunan per meter persegi.

Kesimpulan

Jika diambil dari perbandingan di atas, harga tukang harian bisa lebih mahal dari tukang bangunan borongan. Namun jika dilihat dari kualitasnya, tukang bangunan harian umumnya lebih detail dan berkualitas. Selain itu kita bisa sesuka hati memilih tukang berdasarkan keahliannya.

Untuk tukang borongan, umumnya mereka bekerja sesuai dengan tuntutan waktu dan target sehingga hasilnya kurang rapi jika dibandingkan dengan tukang bangunan harian.

Mana sebaiknya dipilih?, semua tergantung dengan anggaran yang kamu miliki. Misal di keluargamu ada yang bisa menjadi tukang itu bisa jadi mengurangi anggaran tukang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *