
Pondasi adalah dasar yang menentukan kekuatan bangunan. Sehingga untuk membangun rumah, pondasi haruslah kuat agar tidak membahayakan penghuni di dalamnya.
Terdapat pondasi rumah tahan gempa yang mungkin bisa anda pertimbangkan ketika membangun pondasi. Daripada menunggu terjadi bencana yang menyebabkan korban jiwa, anda juga dapat mempertimbangkan untuk renovasi rumah sehingga menjadikannya lebih kokoh dan kuat lagi.
Bagaimana cara membuat pondasi rumah ini? Berikut beberapa hal yang perlu anda perhatikan dalam cara membuat pondasi rumah tahan gempa:
Membangun pondasi rumah tahan gempa di tanah yang keras.
Agar rumah nantinya stabil dan tahan goncangan, pondasi harus dibuat di atas tanah yang keras dan kokoh. Dengan kata lain, jika tanah tempat rumah dibangun tidak stabil dan kuat, maka pondasi rumahnya pun tidak akan kuat. Itulah mengapa, pondasi rumah yang bagus adalah pondasi rumah tahan gempa dan guncangan.
Jika tanah tidak cukup keras, maka harus terlebih dahulu diperkuat lapisan tanahnya. Setelah tanah untuk konstruksi digali, biarkan dahulu tanah selama beberapa hari dan sirami serta padatkan secara manual agar tanah semakin stabil. Jika cara membuat pondasi rumah ini kurang, tambahkanlah lapisan pasir batu di dasar pondasi lalu padatkan dengan mesin stamper.
Tanamkan pondasi tahan gempa dengan kedalaman cukup.
Umumnya, pondasi rumah tahan gempa menggunakan jenis pondasi batu kali menerus yang dapat menghubungkan pondasi dengan sloof. Agar semakin kokoh dan kuat, tanam pondasi batu kali minimal 45 cm di bawah permukaan tanah jika anda ingin membangun rumah 1 lantai.
Sedangkan untuk pondasi rumah 2 lantai, minimal kedalamannya adalah 60 cm agar lebih kuat. Selain itu, agar pondasi tahan gempa semakin kuat, anda bisa menambahkan pondasi telapak atau pondasi sumuran pada beberapa lokasi tertentu.
Membangun pondasi tahan gempa menerus.
Cara membuat pondasi rumah tahan gempa harus menerus alias tidak boleh terputus. Semua harus dipersiapkan dengan matang ketika anda hendak membangun rumah tahan gempa, sehingga masalah biaya tidak akan jadi alasan untuk mengurangi material pondasi hingga tidak bisa membuat pondasi menerus.
Jika sampai dikurangi dan pondasi rumah bukan pondasi menerus, daya tahan rumah terhadap gempa akan sangat diragukan. Jika sudah terjadi apa-apa, pastinya akan ada kerugian besar. Dari mulai tembok retak sampah bangunan roboh.
Gunakan balok pengikat pondasi rumah tahan gempa.
Setelah pondasi batu selesai dibuat, cara membuat pondasi rumah berikutnya adalah membuat sloof atau balok pengikat dari bahan beton. Fungsi sloof ini adalah untuk mengalirkan beban bangunan ke pondasi secara merata.
Tak hanya digunakan pada pondasi menerus, sloof juga digunakan pada pondasi jenis setempat. Dalam pondasi batu kali, sloof harus tetap dibuat kokoh dengan cara mengikat badan sloof dengan angker sepanjang setengah meter.
Balok pengikat pondasi atau sloof ini akan semakin membuat pondasi batu kali kuat dan menjadi pondasi tahan gempa yang sangat kokoh dan bagus.
Mengikat pondasi, sloof, dan kolom jadi satu
Tahap terakhir dalam cara membuat pondasi rumah tahan gempa adalah mengikat pondasi, sloof, dan kolom menjadi satu kesatuan. Anda harus pastikan semua bagian tadi terikat dengan kuat serta terintegrasi dengan baik, terutama pada bagian pembesiannya.
Langkah akhir dalam membangun pondasi ini merupakan langkah yang sangat penting, karena jika semua sudah terintegrasi dengan baik, guncangan yang terjadi saat gempa akan tersalurkan ke seluruh bagian pondasi dan bangunan secara keseluruhan secara merata.
Jika guncangan tersalur secara merata, tidak akan ada bagian rumah yang terkena dampak paling parah sehingga akhirnya retak dan runtuh. Pondasi rumah tahan gempa ini dapat menyelamatkan banyak harta benda juga tentu saja jiwa penghuninya.


Tinggalkan Balasan