Cara Pasang Pelampung Toren Otomatis. Jika kamu menggunakan tandon di rumah, jangan lupa untuk menempatkan pelampung air. Hal tersebut guna proses penampungan air bisa berjalan otomatis. Ia bekerja dengan menggunakan saklar atau switch control, sehingga bisa menyalakan atau mematikan pipa secara otomatis.
Fungsi pelampung untuk memudahkan dalam proses pendeteksi air dalam toren ketika isi maupun kosong. Cara kerja komponen ini tergantung pada posisi pelampung dalam toren. Saat toren penuh, pelampung akan naik, lalu ketika air tandon kosong maka pelampung akan tertarik ke bawah. Dengan demikian, kamu tidak perlu ragu apakah ada cukup air ketika menyalakan kran air di dapur ataupun kamar mandi.
Lalu bagaimana cara memasang pelampung toren ini, langsung saja cek langkah-langkahnya berikut ini :
Langkah Memasang Pelampung Toren Otomatis
- Anda perlu membuat lubang di bagian atas toren atau tandon air, tepat di samping penutupnya agar proses pemasangan berjalan mudah.
- Sesuaikan diameter lubang dengan ukuran saklar agar sesuai.
- Anda bisa mulai mengikatkan tali sepanjang 30 cm ke tuas saklar
- Sekarang masukkan ujung tali tersebut ke dalam lubang.
- Sebaiknya pastikan saklar berada di atas lubang lalu kencangkan baut-bautnya dengan obeng.
- Ikat satu pelampung menggunakan tali yang sudah Anda masukkan ke dalam lubang tersebut.
- Pelampung ini yang nanti berfungsi sebagai sensor level air di dalam tangki.
- Pastikan posisi pelampung berada di dekat saklar.
- Setelah pelampung pertama sudah terikat dengan kencang, ikatkan pelampung kedua sebagai pemberat dengan menggunakan tali yang sama.
- Kemudian sesuaikan jarak antar pelampung menurut kebutuhan Anda.
- Kalau sudah selesai, Anda tinggal menggantungkan pelampung tersebut di dalam tandon air.
Setelah Anda melakukan semua langkah di atas, sekarang saatnya memastikan kalau pelampung otomatis menyala atau bekerja dengan baik. Menyalakan pompa air dan biar kan berjalan. Jika Anda berhasil memasang pelampung otomatis, pompa air Anda akan mati secara otomatis saat tandon air sudah penuh.
Kondisi (1)
Pada kondisi air kurang, maka kedua pelampung/pemberat akan menarik saklar sehingga saklar pada posisi ON. Pompa air akan hidup sehingga air masuk ke tampungan.
Kondisi (2)
Pada kondisi ini, pelampung/pemberat 2 akan mengapung. Posisi saklar masih dalam keadaan ON karena tertahan oleh pelampung/pemberat 1. Pompa air masih hidup untuk mengisi air.
Kondisi (3)
Pada saat permukaan air sudah sampai pada pelampung/pemberat 1, posisi saklar akan OFF. Pompa air akan berhenti bekerja.
Kondisi (4)
Pada kondisi air terpakai, permukaan air dalam tampungan akan berkurang. Posisi saklar tertahan dalam keadaan OFF karena berat pelampung/pemberat 1 tidak cukup untuk menarik saklar ke bawah. Jika air terus dipakai, proses berikutnya kembali lagi ke kondisi (1).


Tinggalkan Balasan