Admixture Beton, Fungsi dan Kesalahan Penggunaan. Kualitas dari sebuah bangunan selalu menjadi faktor terpenting dan memiliki fungsi yang baik untuk jangka panjang. Bangunan yang permanen dan kokoh tidak diatur oleh pondasi saja namun juga komposisi bangunan yang baik bisa mempengaruhinya.
Dalam pengaplikasiannya pada jenis bangunan, komposisi yang baik bisa menambah kefleksibelan dari suatu hunian. Salah satu cara yang dapat digunakan yaitu dengan menggunakan admixture beton.
Admixture Beton
Admixture beton adalah bahan kimia berbentuk serbuk atau cairan yang digunakan untuk tambahan adonan beton untuk keperluan tertentu. Penambahan bahan kimia ini biasanya dilakukan dengan proses pencampuran material-material untuk membuat beton atau adonan cor.
Saat digunakan, normalnya bahan kimia akan ditambahkan tidak lebih dari 5% dari keseluruhan berat dan komposisi adonan beton. Penambahannya dilakukan ketika mixing atau batching (pencampuran material yang diubah menjadi adonan).
Fungsi
- Meningkatkan kualitas beton atau cor-coran yang dibuat.
- Menghasilkan bidang atau beton yang tahan lama dengan masuknya banyak udara ke dalam adonan.
- Bisa mengurangi kandungan atau kadar air campuran sesuai dengan kebutuhan.
- Mempercepat proses pengerasan adonan karena proses hidrasi akan lebih cepat terjadi.
- Dapat membuat beton dan cor tahan akan air atau kedap air.
- Memperlambat terikatnya adonan yang membuat proses pengerasannya semakin lama.
- Memperkecil kemungkinan terjadinya percampuran air ke permukaan beton setelah pengecoran selesai dilakukan.
- Dapat menghasilkan beton dengan bobot ringan dan berkualitas.
- Menimbulkan proses dispersi partikel semen saat dicampur air.
- Mencegah terjadinya segregasi (terpisah agregat atau batu kerikil berukuran besar dengan bahan-bahan lainnya).
Kesalahan Penggunaan
Dalam praktiknya, pencampuran admixture beton dilakukan ketika semen, pasir, kerikil dan air sudah tercampur sesuai takaran. Selanjutnya, kamu perlu melakukan pengadukan agar adonan merata dan tercampur dengan baik.
Hal ini harus terkomposisi dengan baik, supaya kualitasnya tidak menurun dan mengurangi kekuatan beton tersebut. Namun, terkadang terdapat beberapa kesalahan umum dalam pengaplikasiannya antara lain :
- Adonan tidak mengering dengan baik.
- Hasil aplikasi berupa gumpalan adonan.
- Beton dan cor pecah-pecah.


Tinggalkan Balasan