Mengenal Beton Prategang. Saat merencanakan pembangunan, beberapa jenis beton perlu kamu ketahui guna menghasilkan konstruksi bangunan yang berkualitas. Adapun jenis beton yang dipilih menjadi prioritas untuk mendapatkan hasil tersebut.
Selain beton precast, terdapat jenis beton lain yang banyak digunakan untuk proses konstruksi yaitu beton prategang. Apa itu beton prategang? simak penjelasannya dibawah ini :
Beton Prategang
Beton prategang memiliki beberapa definisi menurut beberapa sumber di antaranya :
Menurut American Concrete Institution
Beton prategang adalah beton yang mengalami tegangan internal dengan besar dan distribusi sedemikian rupa, sehingga dapat mengimbangi sampai batas tertentu tegangan yang terjadi akibat beban eksternal.
Menurut Peraturan Beton Indonesia
Merupakan beton bertulang di mana telah ditimbulkan tegangan-tegangan internal dengan nilai dan pembagian distribusi sedemikian rupa, sehingga tegangan beton dapat dinetralkan sampai taraf yang diinginkan.
Draft Konsensus Pedoman Beton
Beton bertulang yang di mana telah diberikan tegangan dalam untuk mengurangi tegangan tarik potensial dalam beton akibat pemberian beban yang bekerja.
Secara garis besar beton prategang merupakan sebuah struktur yang terbuat dari beton dan rangka baja yang lebih fleksibel dibanding beton pada umumnya.
Material dan Konstruksi Beton Prategang
Dalam praktiknya, ada dua material penting yang dibutuhkan yakni beton dan rangka baja. Masing material memiliki bentuk atau tipe, yang semuanya dipaparkan secara lengkap berikut ini :
Rangka Baja
Rangka baja yang digunakan untuk struktur ini adalah baja prategang atau biasa disebut dengan tendon. Ada beberapa bentuk atau tipe tendon yang biasa digunakan yakni :
- Bar atau batang : Tendon berbentuk batang yang solid dan padat.
- Wire atau kabel : Tendon yang dilapisi dengan penampang yang padat.
- Strand atau untaian kabel : Sejumlah kabel atau kawat yang diuntai berbentuk spiral atau heliks mengelilingi sumbu utama.
Beton
Dalam proses konstruksi, beton yang digunakan untuk struktur bangunan ini memiliki tingkat kualitas yang lebih baik dibandingkan beton biasa.
Beton ini memiliki dua sifat utama diantaranya :
Shrinkage atau susut : Beton prategang akan mengalami perubahan panjang. Ini disebabkan oleh proses evaporasi yang terjadi pada beton. Faktor yang menyebabkan penyusutan antara lain adalah komposisi material dan lingkungan aplikasi beton.
Creep atau rangkak : Beton mengalami perubahan bentuk permanen akibat pemberian beban pada struktur. Besaran perubahan bentuk akan sesuai dengan jangka waktu pembebanan dan besarnya beban.
Note : Susut dan rangkak akan menimbulkan perubahan secara berkala pada beton prategang. Akan tetapi, perubahan tersebut berhenti setelah beberapa tahun sesudah pengaplikasian.


Tinggalkan Balasan