Jenis-Jenis Dinding Rumah. Apakah kamu tahu jika terdapat pilihan jenis dinding rumah beragam. Kamu bisa memilih dan menyesuaikan jenisnya dengan kebutuhan rumah yang akan kamu bangun.
Perlu diingat saat membuat dinding, kamu ingin membuat dinding permanen tentukan seberapa lama tahan bangunan berdiri. Untuk itu, sebaiknya kamu bisa memilih jenis dinding yang tepat sesuai dengan arsitektur dan interior rumah.
Dinding Batu Bata Merah
Jenis dinding ini terbuat dari tanah liat, pengeringannya dengan cara dibakar langsung pada suhu tinggi. Kelebihannya adalah harganya relatif terjangkau dengan kualitasnya yang kokoh, pilihan paling umum untuk tembok rumah.
Sayangnya, penggunaan batu bata merah ini membutuhkan banyak perekat dan adonan semen untuk perataan dindingnya.
Dinding Batako
Jenis dinding batako biasanya berukuran antara 9-12 meter persegi, tentunya cukup besar dibandingkan batu bata merah. Dengan ukuran besar, batako jadi lebih mudah dipasang. Jenis dinding rumah dari batako diklaim lebih kuat dan kedap terhadap air.
Sayangnya, dinding ini juga menyimpan panas. Batako juga bukan jenis dinding yang kuat terhadap guncangan seperti gempa.
Dinding Bata Ringan atau Hebel
Bata ringan atau hebel terbuat dari campuran berbagai material seperti semen, pasir kuarsa, gypsum, air, dan sebagainya. Jenis material ini lebih ringan dan rapi saat pemasangan. Hebel bisa menyerap panas dan tahan terhadap gempa.
Sayangnya, hebel cukup sulit dipasang sebagai dinding rumah karena diperlukan perekat khusus dan cat khusus untuk melindungi dari air.
Dinding Kayu
Jenis dinding rumah kayu bisa jadi inspirasi kamu, apalagi kalau ingin rumah bernuansa tradisional. Namun, harganya cukup mahal dan juga rawan rayap apalagi mengingat iklim Indonesia yang lembab. Meski ada pilihan kayu triplek yang murah, pastikan kamu memilih material kayu yang tepat.
Dinding GRC (Glassfibre Reinforced Concrete)
Material ini bisa jadi pengganti dinding tembok, meski biasanya untuk plafon atau tembok kantor dibandingkan rumah. GRC atau Glass Fibre Reinforced Concrete adalah pelapis dinding berbahan dasar semen yang dicampur dengan bahan fiberglass.
Namun, tidak ada salahnya untuk memasang GRC, apalagi kalau ingin membuat ruangan yang tidak permanen.
Dinding Kaca
Dinding tembok sudah bukan menjadi pilihan satu-satunya membangun rumah, sekarang ada jenis dinding kaca yang bisa digunakan. Aplikasi material kaca pada jenis dinding rumah bisa dimanfaatkan sebagai penyekat antar ruang. Dinding kaca ini juga bisa jadi sumber cahaya matahari, plus bisa menghemat listrik juga.
Dinding Bambu
Jenis dinding ini masih banyak ditemui di pedesaan. Namun, sekarang mulai merambah rumah peristirahatan yang mewah. Banyak villa mulai menerapkan dinding ini untuk memberi kesan natural, cocok untuk memberikan nuansa alami.
Namun, material ini memang terlihat kusam kalau tidak dipoles ulang, hal ini menjadi salah satu kekurangan.
Cara Merawat Dinding Rumah Tetap Awet
Agar dinding rumah tahan lama, diperlukan perawatan yang tepat. Kamu bisa melakukan beberapa langkah ini untuk perawatan dinding.
- Bersihkan Dinding Secara Berkala. Pastikan tidak ada debu dan kotoran pada dinding yang menumpuk, sehingga menyebabkannya mudah rapuh dan rusak.
- Cegah Keretakan Pada Dinding. Pastikan saat pembangunan dilakukan dengan benar. Selain itu, jangan asal memasang paku atau menaruh barang berat yang bisa membuat dinding retak
- Perhatikan Kelembaban Dinding. Kadar kelembaban untuk jenis dinding rumah juga berpengaruh besar, terutama di bagian dapur dan kamar mandi.
- Jangan Sampai Dinding Tergores. Hal ini sama seperti keretakan. Jaga dinding kamu agar tidak mudah tergores oleh furnitur atau benda lain.
- Cat Bagian Dinding. Agar dinding menjadi lebih kuat dan indah. Kamu bisa mengecat jenis dinding rumah dengan tepat, pastikan mengaplikasikan cat dasar.
- Lindungi Dinding Bagian Luar. Jenis dinding luar rumah atau dalam rumah tetap harus dilindungi., lakukan perlindungan yang sesuai agar tembok lebih tahan lama.
Tinggalkan Balasan