ZigaForm version 7.5.7

Panduan Cara Instalasi Listrik Rumah

pintarelektro.com

1. Ketahui Luas Rumah dan Jumlah Ruangan

Pertama, langkah ini bisa dijadikan acuan untuk cara pasang instalasi listrik rumah baru. Agar listrik bisa mengalir ke seluruh ruangan dibutuhkan kabel-kabel yang cukup panjang. Oleh itu penting mengetahui luas rumah dan jumlah ruangan sebelum melakukan pemasangan. Dengan mengetahui jumlah ruangan yang ada, kita jadi tahu berapa banyak stop kontak yang dibutuhkan.

Meski begitu, jumlah stop kontak di suatu ruangan biasanya dilihat dari fungsi dan kegunaan ruangan. Oleh sebab itu, perhatikan pula fungsi ruangan tersebut ya. Perlu digaris bawahi, untuk pemasangan stop kontak sendiri pastikan jarak pemasangannya minimal 125 sentimeter dari lantai. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari stop kontak dari jangkauan anak-anak.

2. Ketahui Besaran Daya Listrik

Kemudian, salah satu komponen penting yang tidak boleh kamu lewatkan saat memasang instalasi listrik di rumah yaitu Miniature Circuit Breaker (MCB). Komponen ini memiliki fungsi untuk sistem proteksi arus listrik dalam mengantisipasi beban berlebih. Dengan MCB, risiko-risiko arus pendek hingga korsleting bisa diatasi. Semakin besar daya listrik, maka MCB yang dipasang harus lebih dari satu. Tujuannya agar apabila ada kerusakan minor, tidak menjalar ke instalasi lainnya.

3. Persiapkan Material Komponen yang Dibutuhkan

Selanjutnya, sebelum memasang instalasi listrik kamu harus menyiapkan material dan komponen yang dibutuhkan.

Berikut ini beberapa komponen dan material penting yang dibutuhkan.

MCB,

Earth Leakage Circuit Breaker (ELCB),

Boks MCB dan ELCB,

Sakelar,

Stop kontak,

Kabel listrik,

Isolasi,

Pipa,

Embodus (kotak sambungan), dan

Tedus.

4. Ketahui Kabel Instalasi Listrik yang Tepat

Cara memasang instalasi rumah tangga sederhana selanjutnya adalah mengetahui kabel yang tepat. Pastikan kalau kabel-kabel yang digunakan telah berstandar SNI. Jika kabel sudah berstandar SNI, berarti kelayakan dan keamanannya sudah terjamin.

Berikutnya, tentukan ukuran kabel listrik. Sebab, jumlah kabel ampere yang kurang bisa menyebabkan hubungan pendek arus listrik. Selain itu, kode warna yang terdapat pada kabel listrik juga menentukan besaran ukuran kawat konduktor. Namun, pada arus bolak-balik (AC) kode warna kabel tidak berhubungan dengan kapasitas ampere-nya, seperti kabel hitam untuk sumber arus, biru untuk konduktor netral, dan hijau untuk penahanan.

5. Desain Jalur Instalasi Listrik Rumah

Kira-kira ruangan mana saja nih yang akan kamu aliri dengan listrik? Contohnya, kamar tidur, dapur, ruang tamu, ruang keluarga, kamar mandi dan masih banyak lagi. Setelah itu kamu bisa mulai membobok tembok-tembok untuk dimasukkan pipa ke dalam. Termasuk tedus dan sakelar. Ukurlah ketinggian bobok sesuai dengan kebutuhannya. Tapi, usahakan minimal 125 cm dari lantai demi menghindari jangkauan anak-anak kecil.

6. Mulai Pasang Kabel Jalur Utama

Pemasangan jalur utama ini diukur dari kotak MCB, lalu dihubungkan sampai dengan stop kontak yang paling terakhir. Kabel utama ini bisa dipasang di atap-atap atau atas plafon agar tidak terlihat. Kemudian, nantinya kabel akan disambungkan ke dalam pipa listrik di tembok-tembok yang telah dibobok.

7. Sambungkan Kabel Sakelar, Stop Kontak dan Komponennya

Lanjut, cara memasang instalasi listrik rumah yaitu, kabel dari jalur utama diteruskan ke tembok-tembok yang telah dibobok. Seperti, saklar, stop kontak dan lampu. Sambungkan semua kabel yang sesuai dengan peruntukannya dan pasangkan komponen-komponennya. Tapi pastikan untuk semua sambungan kabel dan pipa-pipa telah tertutup dengan isolasi agar aman saat listrik dialirkan.

8. Uji Coba dengan Mengaktifkan MCB

Tahap terakhir dari memasang instalasi listrik yaitu, mengaktifkan MCB. Setelah saklar MCB berada di posisi menyala… instalasi listrik Sila nyalakan saklar dan lampu. Hal tersebut dilakukan untuk menguji apakah listrik berhasil dialirkan atau tidak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *